Pages

Jumat, 07 September 2012

Cara merakit PC



1.      Penyiapan Motherboard
Periksa buku manual motherboard untuk mengetahui posisi jumper untuk pengaturan CPU speed, speed multiplier dan tegangan masukan ke motherboard. Atur seting jumper sesuai petunjuk, kesalahan mengatur jumper tegangan dapat merusak prosessor.


2.      Memasang Prosessor
Prosessor lebih mudah dipasang sebelum motherboard menempati casing. Cara memasang prosessor adalah sebagai berikut :
a.       Tentukan posisi pin 1 pada prosessor dan socket prosessor di motherboard, umumnya terletak di pojok yang ditandai dengan titik, segitiga atau lekukan.
b.      Tegakkan posisi tuas pengunci socket untuk membuka.
c.       Masukkan prosessor ke socket dengan lebih dulu menyelaraskan posisi kaki-kaki prosessor dengan lubang socket. rapatkan hingga tidak terdapat celah antara prosessor dengan socket.
d.      Turunkan kembali tuas pengunci.

r

3.      Memasang Heatsink Fan
Fungsi HSF adalah membuang panas yang dihasilkan oleh prosessor lewat konduksi panas dari prosessor ke heatsink. Untuk mengoptimalkan pemindahan panas maka heatsink harus dipasang rapat pada bagian atas prosessor dengan beberapa clip sebagai penahan sedangkan permukaan kontak pada heatsink dilapisi gel penghantar panas (thermal paste).



4.      Memasang Memori
Memori umumnya dipasang berurutan dari nomor socket terkecil. Urutan pemasangan dapat dilihat dari diagram motherboard. Cara memasang memori sebagai berikut.
a.       Sesuaikan posisi lekukan pada modul dengan tonjolan pada slot.
b.      Masukkan modul dengan membuat sudut miring terhadap slot
c.       Dorong hingga modul tegak pada slot, tuas pengunci pada slot akan otomatis mengunci modul.

5.      Memasang Motherboard pada Casing
Motherboard dipasang ke casing dengan baut. Cara pemasangannya sebagai berikut :
a.       Tempatkan motherboard pada tray casing sesuai dengan posisi lubang motherboard sesuai yang berada tepat diatas lubang dudukan pada casing.
b.      Jika sudah kunci dengan sekrup/baut.


6.      Memasang Power Supply
Beberapa jenis casing sudah dilengkapi power supply. Bila power supply belum disertakan maka cara pemasangannya sebagai berikut:
a.       Masukkan power supply pada rak di bagian belakang casing. Pasang ke empat buah sekerup pengunci.
b.      Hubungkan konektor power dari power supply ke motherboard. Konektor power jenis ATX hanya memiliki satu cara pemasangan sehingga tidak akan terbalik. Untuk jenis non ATX dengan dua konektor yang terpisah maka kabel-kabel ground warna hitam harus ditempatkan bersisian dan dipasang pada bagian tengah dari konektor power motherboard. Hubungkan kabel daya untuk fan, jika memakai fan untuk pendingin CPU.


7.      Memasang Kabel Motherboard dan Front Panel
Setelah motherboard terpasang di casing langkah selanjutnya adalah memasang kabel I/O pada motherboard dan panel dengan casing.
a.       Pasang kabel data untuk floppy drive pada konektor pengontrol floppy di motherboard
b.      Pasang kabel IDE untuk pada konektor IDE primary dan secondary pada motherboard.
c.       Untuk motherboard non ATX. Pasang kabel port serial dan pararel pada konektor di motherboard. Perhatikan posisi pin 1 untuk memasang.
d.      Hubungan kabel konektor dari switch di panel depan casing, LED, speaker internal dan port yang terpasang di depan casing bila ada ke motherboard. Periksa diagram motherboard untuk mencari lokasi konektor yang tepat.

8.      Memasang Drive
Prosedur memasang drive hardisk, floppy, CD ROM, CD-RW atau DVD adalah sama sebagai berikut:
a.       Copot plet penutup bay drive (ruang untuk drive pada casing)
b.      Masukkan drive dari depan dengan terlebih dahulu mengatur seting jumper (sebagai master atau slave) pada drive.
c.       Sesuaikan posisi lubang sekerup di drive dan casing lalu pasang sekrup penahan drive.
d.      Hubungkan konektor kabel IDE ke drive dan konektor di motherboard (konektor primary dipakai lebih dulu)
e.       Ulangi langkah 1 samapai 4 untuk setiap pemasangan drive.
f.       Bila kabel IDE terhubung ke dua drive pastikan perbedaan seting jumper keduanya yakni drive pertama diset sebagai master dan lainnya sebagai slave.

9.      Memasang Card Adapter
Card adapter yang umum dipasang adalah video card, sound, network. Video card umumnya harus dipasang dan diinstall sebelum card adapter lainnya. Cara memasang adapter:
a.       Pegang card adapter pada tepi, hindari menyentuh komponen atau rangkaian elektronik. Tekan card hingga konektor tepat masuk pada slot ekspansi di motherboard
b.      Pasang sekerup penahan card ke casing
c.       Hubungkan kembali kabel internal pada card, bila ada.

10.  Penyelessaian Akhir
a.       Pasang penutup casing dengan menggeser
b.      sambungkan kabel dari catu daya ke soket dinding.
c.       Pasang konektor monitor ke port video card.
d.      Pasang konektor kabel telepon ke port modem bila ada.
e.       Hubungkan konektor kabel keyboard dan konektor mouse ke port mouse atau poert serial (tergantung jenis mouse).
f.       Hubungkan piranti eksternal lainnya seperti speaker, joystick, dan microphone bila ada ke port yang sesuai.
C.    Pengujian
Komputer yang baru selesai dirakit dapat diuji dengan menjalankan program setup BIOS. Cara melakukan pengujian dengan program BIOS sebagai berikut:
1.      Hidupkan monitor lalu unit sistem. Perhatikan tampilan monitor dan suara dari speaker.
2.      Program FOST dari BIOS secara otomatis akan mendeteksi hardware yang terpasang dikomputer. Bila terdapat kesalahan maka tampilan monitor kosong dan speaker mengeluarkan bunyi beep secara teratur sebagai kode indikasi kesalahan. Periksa referensi kode BIOS untuk mengetahui indikasi kesalahan yang dimaksud oleh kode beep.
3.      Jika tidak terjadi kesalahan maka monitor menampilkan proses eksekusi dari program POST. ekan tombol interupsi BIOS sesuai petunjuk di layar untuk masuk ke program setup BIOS.
4.      Periksa semua hasil deteksi hardware oleh program setup BIOS. Beberapa seting mungkin harus dirubah nilainya terutama kapasitas hardisk dan boot sequence.
5.      Simpan perubahan seting dan keluar dari setup BIOS.
Setelah keluar dari setup BIOS, komputer akan meload Sistem Operasi dengan urutan pencarian sesuai seting boot sequence pada BIOS. Masukkan CD Bootable yang berisi sistem operasi pada drive pencarian.

D.    Penanganan Masalah
Permasalahan yang umum terjadi dalam perakitan komputer dan penanganannya antara lain:
1.      Komputer atau monitor tidak menyala, kemungkinan disebabkan oleh switch atau kabel daya belum terhubung.
2.      Card adapter yang tidak terdeteksi disebabkan oleh pemasangan card belum pas ke slot/ LED dari hardisk, CD menyala terus disebabkan kesalahan pemasangan kabel konektor atau ada pin yang belum pas terhubung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar